Sabtu, 11 Juli 2015

Gue nyesal ikut tes STIFIn!!



Bismillahirrohmaanirrohiim

                Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti sebuah tes bakat dan potensi di salah satu masjid yang terkenal di daerah Jakarta Selatan. Tes ini diuji dengan melakukan pemindaian pada semua sidik jari tangan kita. Ya, tes ini adalah tes sidik jari STIFIn yang ditemukan oleh orang Indonesia, yaitu pak Farid Poniman. Sebenarnya saya sudah mengetahui dan banyak mendengar tentang STIFIn ini dari beberapa tahun sebelumnya saat banyak terlibat dalam penyelenggaraan acara dan juga dari teman-teman di komunitas. Tetapi baru pertengahan tahun 2015 ini saya mencoba untuk menguji “apa sih Mesin Kecerdasan gue itu?”, dan merasa menyesal sudah bayar mahal ikut tes STIFIn ini!


                Sebelumnya saya sedikit share pengetahuan singkat saya tentang STIFIn—mohon maaf kepada para ahli STIFIn jika dalam tulisan ini banyak hal yang keliru, dan mohon diluruskan untuk pengetahuan saya khususnya, dan untuk pengetahuan bersama—dalam  konsep STIFIn, setiap manusia telah dibekali Mesin Kecerdasan oleh Sang Pencipta dari sejak lahir untuk optimal dan maksimal dalam menjalani kehidupannya di dunia ini. Konsep ini meyakini bahwa tidak ada manusia yang Allah Ta’ala ciptakan dengan asal-asalan, atau diciptakan dalam kebodohan. STIFIn yakin bahwa “Everyone is special”, satu sama lain memiliki keunikan dan keistimewaan sendiri. Kamu pernah dengar atau malah sudah pernah tes psikologi 4 karakter manusia (Sanguinis populer, Melankolis sempurna, Koleris kuat, dan Phlegmatis damai)? Apa hasil dari tes kamu? Lalu apa bedanya dengan STIFIn?

                Jika banyak tes psikologi menguji karakter psikologis seseorang, maka STIFIn ini menguji potensi genetik yang setiap orang bawa dari sejak lahir sampai dia meninggal nanti. Ya, catat ya perbedaan besarnya, potensi genetik bawaan. Dan hasilnya ini tidak berubah-ubah sampai nanti kita wafat. Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Instinc adalah kelima Mesin Kecerdasan yang ditemukan oleh pak Farid di dalam konsep ini, dan satu Mesin Kecerdasan (MK) saling melengkapi dan saling mendukung satu sama lain. Jadi tidak ada MK yang satu lebih baik dari MK yang lain. Semua spesial dengan kemampuan yang dimilikinya. Jika dianalogikan, MK pada diri manusia ini ibarat mesin kapal laut yang terserah kita, mau digunakan atau tidak. Jika mesin ini dinyalakan, maka tentu sahaja kapal tadi akan melaju lebih cepat dan mudah dalam mengarungi lautan jika dibanding dengan kapal laut dengan kondisi yang sama namun, berjalan dengan menggunakan kayuh.

                Singkat kata, setelah saya dipindai sidik jarinya, saya harap-harap cemas (seperti sedang ijab Kabul*tratakdungces* padahal nikah aja belum), MK apa yang ternyata saya bawa dari lahir ini. Apakah Feeling yang cerdas dengan perasaan, yang pernah salah satu kawan saya prediksi? Ataukah Sensing yang cerdas dengan panca inderanya—yang juga pernah salah satu kawan perkirakan? Dan ketika layar laptop menunjukkan lembar hasil tesnya….jreng…jreng…. ternyata MK yang saya miliki adalah Intuiting. MK yang memiliki keunggulan dalam kreativitas dan menciptakan gagasan-gagasan atau ide-ide. Setelah mengetahui hasil dari tes, saya kemudian baca-baca dan sharing dengan banyak orang yang paham STIFIn juga, saya benar-benar merasa menyesal! MK Intuiting ini ternyata “gue banget!!” tetapi selama ini apa yang saya lakukan tidak sepenuhnya sejalan dengan MK yang saya miliki.

                Yap, saya menyesal kenapa terlambat saya ikut tes STIFIn ini? Seandainya saja sudah dari tahun-tahun sebelumnya saya ikut tes ini, tentulah saya bisa memaksimalkan waktu yang banyak terlewat dengan kurang maksimal (untuk mengganti kata “sia-sia”), dan biaya tes yang sekitar Rp. 250.000,- itu tidak menjadi nominal yang besar dan mahal jika dibandingkan biaya yang saya keluarkan selama ini dengan tidak optimal. Ya, saya menyesal. Sangat menyesal. Tetapi penyesalan ini biarlah terjadi sementara, karena sekarang dengan mengetahui potensi genetik yang saya miliki, saya akan “menyalakan” mesin ini dan arungi lautan kehidupan dengan lebih mantap! Apakah kamu mau mengalami penyesalan seperti saya? Lakukan segera tes sidik jari STIFIN dengan para promotor STIFIn terdekat di daerahmu! Saya yakinkan, harga ratusan ribu tidak ada artinya jika dibanding biaya jutaan yang ternyata keluar tapi itu “bukan gue banget”!


N.b:    Konsep STIFIn bukan hanya bisa memberitahu kita tentang potensi yang kita bawa sejak lahir, tetapi juga bagaimana cara belajar yang efektif bagi setiap MK yang tentunya berbeda-beda, jenis pekerjaan apa yang cocok untuk kita, karakter positif dan negatif, juga bisa membantu kita menemukan kriteria jodoh yang cocok untuk MK kita *eh #jomblodetected :v
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: Panji Nursamsi
Twitter: @panjisyamsi
Email: panjisyamsi31@gmail.com
Bbm: 541d7084

32 komentar:

  1. Kirain dari judulnya aja berpandangan negatif nih ttg STIFIn, eh ternyata keren juga ceritanya. Mantab akhi... SALUT ! Salama SUKSESMULIA

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Saya pernah ikut tes sidik jari yg lain sebelum tes stifin pas sma kelas 3, kemudian tes stifin pas semester 3 kuliah....sama saja hasilnya

    BalasHapus
  4. Boleh info test STIFin Jakarta Selatan?

    BalasHapus
  5. Headline judulnya bikin orang penasaran,,, kereennn

    BalasHapus
  6. entah kenapa saya malah malu pas tau hasilnya, kenapa saya mesin kecerdasan saya ga seperti yang lain saja

    BalasHapus
  7. Saya putus asa ama MK saya.Masalahnya saya pengen jd expert programer,eh yg nongol malah cara suksesnya dgn melobi org.Padahal selama ini,sy paling benci hal2 kayak gitu

    BalasHapus
  8. Saya putus asa ama MK saya.Masalahnya saya pengen jd expert programer,eh yg nongol malah cara suksesnya dgn melobi org.Padahal selama ini,sy paling benci hal2 kayak gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg bener ikutin saja hasil test stifin. Sy juga penasaran pengen di test stifin.

      Hapus
    2. Manfaatkan saja keduanya. Melobi org dalam bidang programmer yang sedang anda tekuni.

      Hapus
  9. sama nih, Intuiting. pada awalnya, sy juga pernah merasa bahwa hasil tes Stifin yg saya ikuti tidak sesuai. tapi setelah sy pelajari, sy dalami, dan sering kumpul sama teman2 yg sudaj ahli dalam ilmu STIFIn, akhirnya sy tau dan sangat setuju dengan hasilnya. bahkan sekarang sudah jadi salah satu PROMOTOR STIFIn.

    BalasHapus
  10. Good blog,kirain gak bagus,ternyata sangat berguna buat kehidupan kita..

    BalasHapus
  11. Mantaf, saya pernah ikut test stifin ini bahkan sering ikut seminar motifasinya. anyway, gara2 stifin ini saya jadi lebih terarah dan mantap dalam menjalani hidup. karir otomatis mengikuti sesuai dengan MK saya, sensing

    BalasHapus
  12. Sumpah jedar jedur... benar" intuiting banget... ngejudul aja bikin orang ngerutin dari pas baca... hho

    BalasHapus
  13. Sumpah jedar jedur... benar" intuiting banget... ngejudul aja bikin orang ngerutin dari pas baca... hho

    BalasHapus
  14. Halo ada yg punya info, kalo mau tes STFIn kemana yah? Buat daerah bandung/karwanga. Thx ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat daerah bandung bisa hubungi nomor 081318674900

      Hapus
  15. intuiting banget tuh judul usil tau...

    BalasHapus
  16. Saya Feeling Extrovert , nah dulu emak saya heboh menyuruh saya untuk masuk PTN jurusan psikologi, tapi nafsu (id) saya pengennya bukan disitu. Tapi ridho orangtua adalah ridhonya Allah, saya masuk ke Jurusan guru BK :D alhasil setiap mata kuliah psikologi gak pengen cepet2 jam beputer. Thanks STIFin

    BalasHapus
  17. Utk coba test STIFIn di daerah Jakarta Barat ada ga ya? Whahaha, jadi penasaran setelah baca blognya ni, :v

    BalasHapus
  18. Untuk ikut stifin daerah depok dmna ya ? Bisa ksh info nya mksh

    BalasHapus
  19. Mantap,tp disini biayany kok 500 y?

    BalasHapus
  20. Iya harga terbaru 500rb/orang ,saya juga ragu nih,perlu apa tidak tes stifin

    BalasHapus
  21. Dari umur berapa ya bisa ikut tes nya?

    BalasHapus