Buat
kamu yang mengaku anak motor, suka dengan dunia otomotif terutama dunia
kendaraan roda dua pasti tidak asing dengan kegiatan yang bernama touring. Kegiatan
ini biasanya juga menjadi hobi bagi sebagian orang dan juga hal yang pasti
dilakukan oleh sebuah perkumpulan atau komunitas roda dua di tanah air ini. Melakukan
perjalanan dengan jarak puluhan bahkan ratusan kilometer, menjelajah dari satu
daerah ke daerah lainnya dengan menggunakan sepeda motor menjadi hal yang
menyenangkan dan bisa untuk melepas penat dari rutinitas yang dilakukan
sepanjang hari. Apakah kamu juga melakukan touring? Kemana tujuan touring yang
paling jauh kamu tempuh? Bagaimana jika ada yang mengajak dirimu untuk touring
ke surga?
Tenang,
mungkin ada sebagian dari yang membaca ini berpikir bahwa maksud touring ke surga
adalah kematian. Bukan itu maksudnya, touring ke surga yang dimaksud ini adalah
bagaimana kegiatan touring yang kita lakukan ini bisa menambah pahala dan
memberatkan timbangan amal kebaikan kita di Akhirat kelak? Bayangkan setiap
putaran roda itu dihitung oleh Allah sebagai amal kebaikan, maka banyak sekali
amal kebaikan yang kita dapat saat melakukan touring yang jaraknya hingga
ratusan dan ribuan kilometer. Bagaimana? Mau?
Ternyata
kegiatan ‘touring’ ini juga sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wa sallam, namun tidak disebut dengan ‘touring’ namun beliau menyebutnya dengan
‘safar’, yang secara sederhana bisa diartikan sebagai berpergian atau melakukan
perjalanan. Dan tentunya ada beberapa sunnah yang dianjurkan ketika melakukan
safar atau touring ini agar menjadi berpahala karena mengikuti sunnah
Rasulullah, yuk cek apa saja sunnahnya!
1.
Dianjurkan mengqashar shalat & meninggalkan
shalat rawatib selain qabliyah shubuh
“Saya pernah menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika
safar. Beliau tidak shalat lebih dari 2 rakaat, hingga Allah mewafatkan beliau.
Saya pernah menyertai Abu Bakr ketika safar. Beliau tidak shalat lebih dari 2
rakaat, hingga Allah mewafatkan beliau…” (H.R Muslim)
Dalam keadaan apapun sholat tidak boleh
ditinggalkan, kecuali kamu sedang sakit parah, atau koma. Maka ketika melakukan
touring yang jauhnya puluhan ribu kilometer pun tidak bisa menjadi alasan untuk
meninggalkan sholat fardhu, bahkan Allah sudah memberi kemudahan dengan memberi
aturan menjamak (menggabungkan) dan mengqasar (memendekkan jumlah rakaat)
shalat fardhu. Ingat ya, touring bukan alasan untuk meninggalkan ibadah sholat
fardhu!
2.
Takbir
ketika jalan menanjak, tasbih ketika turun
“Dulu apabila kami (berjalan) naik, kami bertakbir, dan apabila turun
kami bertasbih.” (H.R
Bukhari)
Jika ada sebagian dari kamu pernah melakukan
touring ke daerah selatan pulau Jawa, atau ke daerah Jawa Barat sebagai
contohnya tentu jalannya tidak hanya lurus saja, namun juga ada jalan yang
menanjak dan menurun ketika melewati daerah pegunungan. Rasulullah Muhammad
menganjurkan ketika kita melalui jalan yang menanjak agar bertakbir, dan saat
menurun mengucapkan tasbih.
3.
Memperbanyak
doa ketika safar
“Tiga doa yang tidak akan ditolak: doa orangtua untuk anaknya, doa orang
yang sedang berpuasa, dan doa orang yang sedang safar.” (H.R Al-Baihaqi)
Sudah pikiran fresh dengan jalan-jalan dan
melihat pemandangan yang menyegarkan mata, ditambah ternyata doa ketika sedang
melakukan perjalanan ini lebih diijabah oleh Allah Ta’ala, asik apa asik
banget? Nah, buat yang jomblo bisa jadi rujukan, perbanyaklah touring dan
kemudian berdoa untuk segera bertemu jodohmu. Mungkin saja nanti kamu menabrak
seseorang yang nantinya menjadi jodohmu. Seperti di ftv-ftv itu. Hehehe.
4.
Disunnahkan
safar pada malam hari
“Hendaklah kalian melakukan perjalanan pada malam hari (tatkala safar)
karena bumi ketika itu dilipat (dipendekkan) pada malam hari.” (H.R Abu Dawud)
Memulai perjalanan di malam hari memang sudah
lazim dilakukan dan menjadi pilihan pertama oleh para bikers di tanah air. Selain
karena jalanan di kala itu sudah lengang dan tidak padat sehingga rombongan
tidak mudah terpisah, dan juga waktu yang ditempuh memang menjadi lebih cepat
dibandingkan siang hari. Dilalah, Rasulullah memang sudah menganjurkan hal ini
dari lebih 14 abad silam. Jadi, masihkah kamu meragukan kebenaran yang
dibawanya?
Dan
masih banyak lagi beberapa sunnah yang Rasulullah sarankan ketika hendak dan
saat dalam safar atau perjalanan. Tentunya semua yang beliau sarankan adalah
untuk kebaikan kita semua. Selain itu, buatlah touring yang kamu lakukan juga
bermanfaat untuk sesama. Salah satunya ada program Bike-ti Sosial, mau tau
seperti apa program Bike-ti Sosial ini? Tunggu di artikel berikutnya ya! Program
ini akan dilaunching pada bulan Agustus mendatang, buat kamu yang mau ikutan,
pantengin terus blog ini, oke? Sampai jumpa! Sudah siapkan motormu untuk
touring?
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: Panji Nursamsi
Twitter: @panjisyamsi
Email: panjisyamsi31@gmail.com
Bbm: 541d7084
Tidak ada komentar:
Posting Komentar