Rabu, 15 Juli 2015

Touring Berpahala

Bismillahirrohmaanirrohiim.



                Buat kamu yang mengaku anak motor, suka dengan dunia otomotif terutama dunia kendaraan roda dua pasti tidak asing dengan kegiatan yang bernama touring. Kegiatan ini biasanya juga menjadi hobi bagi sebagian orang dan juga hal yang pasti dilakukan oleh sebuah perkumpulan atau komunitas roda dua di tanah air ini. Melakukan perjalanan dengan jarak puluhan bahkan ratusan kilometer, menjelajah dari satu daerah ke daerah lainnya dengan menggunakan sepeda motor menjadi hal yang menyenangkan dan bisa untuk melepas penat dari rutinitas yang dilakukan sepanjang hari. Apakah kamu juga melakukan touring? Kemana tujuan touring yang paling jauh kamu tempuh? Bagaimana jika ada yang mengajak dirimu untuk touring ke surga?

                Tenang, mungkin ada sebagian dari yang membaca ini berpikir bahwa maksud touring ke surga adalah kematian. Bukan itu maksudnya, touring ke surga yang dimaksud ini adalah bagaimana kegiatan touring yang kita lakukan ini bisa menambah pahala dan memberatkan timbangan amal kebaikan kita di Akhirat kelak? Bayangkan setiap putaran roda itu dihitung oleh Allah sebagai amal kebaikan, maka banyak sekali amal kebaikan yang kita dapat saat melakukan touring yang jaraknya hingga ratusan dan ribuan kilometer. Bagaimana? Mau?


                Ternyata kegiatan ‘touring’ ini juga sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun tidak disebut dengan ‘touring’ namun beliau menyebutnya dengan ‘safar’, yang secara sederhana bisa diartikan sebagai berpergian atau melakukan perjalanan. Dan tentunya ada beberapa sunnah yang dianjurkan ketika melakukan safar atau touring ini agar menjadi berpahala karena mengikuti sunnah Rasulullah, yuk cek apa saja sunnahnya!

1.       Dianjurkan mengqashar shalat & meninggalkan shalat rawatib selain qabliyah shubuh
“Saya pernah menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika safar. Beliau tidak shalat lebih dari 2 rakaat, hingga Allah mewafatkan beliau. Saya pernah menyertai Abu Bakr ketika safar. Beliau tidak shalat lebih dari 2 rakaat, hingga Allah mewafatkan beliau…” (H.R Muslim)
Dalam keadaan apapun sholat tidak boleh ditinggalkan, kecuali kamu sedang sakit parah, atau koma. Maka ketika melakukan touring yang jauhnya puluhan ribu kilometer pun tidak bisa menjadi alasan untuk meninggalkan sholat fardhu, bahkan Allah sudah memberi kemudahan dengan memberi aturan menjamak (menggabungkan) dan mengqasar (memendekkan jumlah rakaat) shalat fardhu. Ingat ya, touring bukan alasan untuk meninggalkan ibadah sholat fardhu!

2.       Takbir ketika jalan menanjak, tasbih ketika turun
“Dulu apabila kami (berjalan) naik, kami bertakbir, dan apabila turun kami bertasbih.” (H.R Bukhari)
Jika ada sebagian dari kamu pernah melakukan touring ke daerah selatan pulau Jawa, atau ke daerah Jawa Barat sebagai contohnya tentu jalannya tidak hanya lurus saja, namun juga ada jalan yang menanjak dan menurun ketika melewati daerah pegunungan. Rasulullah Muhammad menganjurkan ketika kita melalui jalan yang menanjak agar bertakbir, dan saat menurun mengucapkan tasbih.

3.       Memperbanyak doa ketika safar
“Tiga doa yang tidak akan ditolak: doa orangtua untuk anaknya, doa orang yang sedang berpuasa, dan doa orang yang sedang safar.” (H.R Al-Baihaqi)
Sudah pikiran fresh dengan jalan-jalan dan melihat pemandangan yang menyegarkan mata, ditambah ternyata doa ketika sedang melakukan perjalanan ini lebih diijabah oleh Allah Ta’ala, asik apa asik banget? Nah, buat yang jomblo bisa jadi rujukan, perbanyaklah touring dan kemudian berdoa untuk segera bertemu jodohmu. Mungkin saja nanti kamu menabrak seseorang yang nantinya menjadi jodohmu. Seperti di ftv-ftv itu. Hehehe.

4.       Disunnahkan safar pada malam hari
“Hendaklah kalian melakukan perjalanan pada malam hari (tatkala safar) karena bumi ketika itu dilipat (dipendekkan) pada malam hari.” (H.R Abu Dawud)
Memulai perjalanan di malam hari memang sudah lazim dilakukan dan menjadi pilihan pertama oleh para bikers di tanah air. Selain karena jalanan di kala itu sudah lengang dan tidak padat sehingga rombongan tidak mudah terpisah, dan juga waktu yang ditempuh memang menjadi lebih cepat dibandingkan siang hari. Dilalah, Rasulullah memang sudah menganjurkan hal ini dari lebih 14 abad silam. Jadi, masihkah kamu meragukan kebenaran yang dibawanya?

                Dan masih banyak lagi beberapa sunnah yang Rasulullah sarankan ketika hendak dan saat dalam safar atau perjalanan. Tentunya semua yang beliau sarankan adalah untuk kebaikan kita semua. Selain itu, buatlah touring yang kamu lakukan juga bermanfaat untuk sesama. Salah satunya ada program Bike-ti Sosial, mau tau seperti apa program Bike-ti Sosial ini? Tunggu di artikel berikutnya ya! Program ini akan dilaunching pada bulan Agustus mendatang, buat kamu yang mau ikutan, pantengin terus blog ini, oke? Sampai jumpa! Sudah siapkan motormu untuk touring?
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: Panji Nursamsi 
Twitter: @panjisyamsi 
Email: panjisyamsi31@gmail.com
Bbm: 541d7084

Tidak ada komentar:

Posting Komentar