Bismillahirrohmaanirrohiim.
Manusia
diciptakan untuk hidup bersama, bukan hanya untuk saling tolong-menolong dalam
hidupnya, bukan hanya untuk saling melengkapi satu sama lainnya karena tiada
manusia yang sempurna. Ternyata manusia juga diciptakan sebagai makhluk sosial
adalah untuk saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran.
Hal
ini pun sudah Allah pertegas melalui firman-Nya di dalam Q.S Al-‘Ashr ayat 3
yang berbunyi “Dan saling menasehatilah kamu di dalam
kebenaran dan menasehati dalam kesabaran”, maka sudah sangat jelas bahwa kita sebagai sesama
manusia memang ditakdirkan untuk saling memberi nasehat dan juga mau menerima
nasehat. Tujuannya adalah agar kita tidak berlarut-larut jika melakukan suatu
kesalahan atau maksiat dan tidak terlampau jauh jika salah arah di dalam hidup
kita. Apabila dirimu mempunyai sikap anti nasehat, ubahlah dari sekarang karena
hal itu akan merugikan orang lain dan membahayakan dirimu sendiri.
Perlu
kita ingat, memberi nasehat kepada orang lain tidak sembarang memberi nasehat.
Kita harus melihat apakah yang akan dinasehati itu sedang dalam kondisi siap
menerima nasehat? Tatkala ingin memberi nasehat, apakah sudah dalam waktu yang
tepat? Dan juga seperti apakah karakter orang yang akan kita beri nasehat dan
saran? Apakah dia orang yang karakternya lembut? Ataukah karakternya yang kuat?
Atau justru dia orang yang karakternya keras kepala? 3 hal ini perlu kita
perhatikan dengan baik ketika ingin memberikan nasehat kepada orang lain,
mengapa? Karena jika asal memberikan nasehat dengan mengabaikan 3 poin ini,
nasehat yang kita sampaikan akan menjadi hal yang percuma, dan lebih buruk
lagi, nasehat akan terasa seperti dihujat.
Coba
bayangkan, jika suatu ketika ada seseorang yang memberi kamu sebongkah berlian
yang indah dan hanya satu-satunya untuk kamu sehingga harga berlian itu
mahalnya selangit, apakah kamu merasa senang? Dan ternyata orang itu
memberikannya kepada kamu dengan cuma-cuma alias gratis, apakah kamu merasa
lebih senang lagi? Tentu sebagian besar dari kita akan merasa sangat senang,
bagaimana tidak suatu hal yang mahal dan bernilai diberikan kepada kita dengan
gratis tanpa harus membayar, kita hanya menerimanya saja. Tetapi berlian yang
sangat mahal dan indah itu berikan kepada kita dengan cara dilempar dengan
sangat kencang, mengenai wajah kita, dan itu terjadi di depan banyak orang? Apakah
kamu masih merasa senang? Saya yakin sebagian dari kita akan lebih merasakan
sakitnya dibanding merasa senangnya, dan juga ditambah kita merasa malu karena
itu terjadi di depan banyak orang yang bisa jadi sebagian dari kita menganggap
itu menjatuhkan harga diri kita.
Begitulah
kira-kira jika kita tidak memperhatikan 3 poin penting dalam memberi nasehat
kepada orang lain. Nasehat adalah sebuah berlian yang sangat indah, mahal dan
berharga. Bisa didapat dan diberikan dengan gratis dari orang-orang sekitar kita,
namun jika berlian itu diberikannya dengan cara dilempar, tentu rasanya akan
sakit dan orang tidak akan menyadari betapa baiknya sebuah nasehat itu, dan
nasehat itu akan menjadi hal yang percuma saja.
“Nasehat itu seperti
berlian, dia mahal dan berharga, namun jika memberikannya dengan cara
ditimpukkan, maka orang itu akan lebih merasakan sakitnya, bukan nilainya.”
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: Panji Nursamsi
Twitter: @panjisyamsi
Email: panjisyamsi31@gmail.com
Bbm: 541d7084
Tidak ada komentar:
Posting Komentar