Senin, 27 Juli 2015

Seni Memberi Nasehat



Bismillahirrohmaanirrohiim.

                Manusia diciptakan untuk hidup bersama, bukan hanya untuk saling tolong-menolong dalam hidupnya, bukan hanya untuk saling melengkapi satu sama lainnya karena tiada manusia yang sempurna. Ternyata manusia juga diciptakan sebagai makhluk sosial adalah untuk saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran.


                Hal ini pun sudah Allah pertegas melalui firman-Nya di dalam Q.S Al-‘Ashr ayat 3 yang berbunyi “Dan saling menasehatilah kamu di dalam kebenaran dan menasehati dalam kesabaran”, maka sudah sangat jelas bahwa kita sebagai sesama manusia memang ditakdirkan untuk saling memberi nasehat dan juga mau menerima nasehat. Tujuannya adalah agar kita tidak berlarut-larut jika melakukan suatu kesalahan atau maksiat dan tidak terlampau jauh jika salah arah di dalam hidup kita. Apabila dirimu mempunyai sikap anti nasehat, ubahlah dari sekarang karena hal itu akan merugikan orang lain dan membahayakan dirimu sendiri.

                Perlu kita ingat, memberi nasehat kepada orang lain tidak sembarang memberi nasehat. Kita harus melihat apakah yang akan dinasehati itu sedang dalam kondisi siap menerima nasehat? Tatkala ingin memberi nasehat, apakah sudah dalam waktu yang tepat? Dan juga seperti apakah karakter orang yang akan kita beri nasehat dan saran? Apakah dia orang yang karakternya lembut? Ataukah karakternya yang kuat? Atau justru dia orang yang karakternya keras kepala? 3 hal ini perlu kita perhatikan dengan baik ketika ingin memberikan nasehat kepada orang lain, mengapa? Karena jika asal memberikan nasehat dengan mengabaikan 3 poin ini, nasehat yang kita sampaikan akan menjadi hal yang percuma, dan lebih buruk lagi, nasehat akan terasa seperti dihujat.

                Coba bayangkan, jika suatu ketika ada seseorang yang memberi kamu sebongkah berlian yang indah dan hanya satu-satunya untuk kamu sehingga harga berlian itu mahalnya selangit, apakah kamu merasa senang? Dan ternyata orang itu memberikannya kepada kamu dengan cuma-cuma alias gratis, apakah kamu merasa lebih senang lagi? Tentu sebagian besar dari kita akan merasa sangat senang, bagaimana tidak suatu hal yang mahal dan bernilai diberikan kepada kita dengan gratis tanpa harus membayar, kita hanya menerimanya saja. Tetapi berlian yang sangat mahal dan indah itu berikan kepada kita dengan cara dilempar dengan sangat kencang, mengenai wajah kita, dan itu terjadi di depan banyak orang? Apakah kamu masih merasa senang? Saya yakin sebagian dari kita akan lebih merasakan sakitnya dibanding merasa senangnya, dan juga ditambah kita merasa malu karena itu terjadi di depan banyak orang yang bisa jadi sebagian dari kita menganggap itu menjatuhkan harga diri kita.

                Begitulah kira-kira jika kita tidak memperhatikan 3 poin penting dalam memberi nasehat kepada orang lain. Nasehat adalah sebuah berlian yang sangat indah, mahal dan berharga. Bisa didapat dan diberikan dengan gratis dari orang-orang sekitar kita, namun jika berlian itu diberikannya dengan cara dilempar, tentu rasanya akan sakit dan orang tidak akan menyadari betapa baiknya sebuah nasehat itu, dan nasehat itu akan menjadi hal yang percuma saja.

“Nasehat itu seperti berlian, dia mahal dan berharga, namun jika memberikannya dengan cara ditimpukkan, maka orang itu akan lebih merasakan sakitnya, bukan nilainya.”
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: Panji Nursamsi 
Twitter: @panjisyamsi 
Email: panjisyamsi31@gmail.com
Bbm: 541d7084

Tidak ada komentar:

Posting Komentar