Penduduk
langit kala itu menjadi heboh dan ramai, karena akan diciptakan satu makhluk
yang mana akan menjadi pengatur dan pengelola kehidupan di dunia. Maka
dipanggilah para malaikat dan juga Iblis (dahulunya bernama Azazil, dari bangsa
jin yang taat beribadah kepada Allah, dan sebelum dilaknat Allah selamanya)
untuk melihat ciptaan-Nya yang baru, manusia. Setelah manusia pertama, Adam as,
itu diciptakan, Allah tunjukkan kemampuan manusia dihadapan para malaikatnya
yang taat dan juga dihadapan Azazil. Adam as diminta menyebutkan nama-nama yang
malaikat tidak ketahui namanya. Akhirnya Allah pun menyuruh malaikat dan Azazil
untuk bersujud kepada Adam as.
Seperti
yang kita semua sudah ketahui dari kitab suci Al-Qur’an, semua malaikat dengan
patuh menuruti perintah Allah Ta’ala untuk bersujud kepada Adam as, kecuali
Azazil. Dia merasa tidak pantas baginya untuk bersujud kepada manusia karena
dia merasa lebih mulia dan hebat darinya. Dia berpendapat bahwa dirinya yang
tercipta api lebih tinggi daripada Adam as yang diciptakan dari tanah. Karena keangkuhannya
inilah akhirnya Azazil dilaknat oleh Allah selama-lamanya dan namanya menjadi
Iblis. Iblis menerima laknat yang diberikan-Nya, namun dia memiliki beberapa
permintaan. Pertama, dia minta untuk ditangguhkan azabnya hingga Hari Kiamat,
dan kedua dia meminta izin kepada Allah agar bisa mengajak sebanyak-banyaknya
umat manusia untuk ikut bersamanya ke dalam neraka-Nya. Dan permintaan itupun
dikabulkan. Maka Iblis dan para pengikutnya tidak akan pernah berhenti selalu
menggoda umat manusia dari arah depan, kanan, kiri, belakang dan bawah hingga
Hari Kiamat tiba.
Lihatlah
jalan hidup Iblis, meskipun dirinya sudah dilaknat oleh Allah Azza wa Jalla
selama-lamanya, dia memiliki visi dan misi sepanjang hidupnya. Visinya hanya
satu, mengajak sebanyak-banyaknya umat manusia untuk masuk ke dalam neraka
bersamanya, dan misinya adalah menggoda agar manusia terjerumus ke dalam dosa
dari arah depan, kanan, kiri, belakang, dan bawah. Dan visi-misi Iblis ini
tidak pernah berubah dan akan selalu sama dari saat awal penciptaan Adam as
hingga Yaumil Akhir.
Lalu bagaimana dengan kita sebagai makhluk yang
Allah muliakan dihadapan para malaikat-Nya? Jika Iblis yang sudah Allah laknat
saja masih memiliki visi dan berpegang teguh kepada visinya, mengapa kita
sebagai manusia malah tidak memiliki tujuan hidup? Membiarkan hidup kita mengalir
dan terlewati begitu saja. Dan ketika malaikat maut tiba, kita kaget dan
bingung karena belum melakukan banyak kebaikan selama di dunia. Maka buatlah
visimu, tentukan misimu. Jika tidak, maka hidupmu akan menjadi bagian dari
visinya Iblis untuk menemaninya di neraka.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tentukan visi hidupmu, atau hidupmu akan menjadi bagian dari visinya Iblis dan pengikutnya
Email: panjisyamsi31@gmail.com
Fb : Panji Nursamsi
Twitter: @panjisyamsi
Instagram: @panjisyamsi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar