Selasa, 17 November 2015

Malu Sama Iblis

Bismillaahirrohmaanirrohiim.

            Penduduk langit kala itu menjadi heboh dan ramai, karena akan diciptakan satu makhluk yang mana akan menjadi pengatur dan pengelola kehidupan di dunia. Maka dipanggilah para malaikat dan juga Iblis (dahulunya bernama Azazil, dari bangsa jin yang taat beribadah kepada Allah, dan sebelum dilaknat Allah selamanya) untuk melihat ciptaan-Nya yang baru, manusia. Setelah manusia pertama, Adam as, itu diciptakan, Allah tunjukkan kemampuan manusia dihadapan para malaikatnya yang taat dan juga dihadapan Azazil. Adam as diminta menyebutkan nama-nama yang malaikat tidak ketahui namanya. Akhirnya Allah pun menyuruh malaikat dan Azazil untuk bersujud kepada Adam as.


            Seperti yang kita semua sudah ketahui dari kitab suci Al-Qur’an, semua malaikat dengan patuh menuruti perintah Allah Ta’ala untuk bersujud kepada Adam as, kecuali Azazil. Dia merasa tidak pantas baginya untuk bersujud kepada manusia karena dia merasa lebih mulia dan hebat darinya. Dia berpendapat bahwa dirinya yang tercipta api lebih tinggi daripada Adam as yang diciptakan dari tanah. Karena keangkuhannya inilah akhirnya Azazil dilaknat oleh Allah selama-lamanya dan namanya menjadi Iblis. Iblis menerima laknat yang diberikan-Nya, namun dia memiliki beberapa permintaan. Pertama, dia minta untuk ditangguhkan azabnya hingga Hari Kiamat, dan kedua dia meminta izin kepada Allah agar bisa mengajak sebanyak-banyaknya umat manusia untuk ikut bersamanya ke dalam neraka-Nya. Dan permintaan itupun dikabulkan. Maka Iblis dan para pengikutnya tidak akan pernah berhenti selalu menggoda umat manusia dari arah depan, kanan, kiri, belakang dan bawah hingga Hari Kiamat tiba.

            Lihatlah jalan hidup Iblis, meskipun dirinya sudah dilaknat oleh Allah Azza wa Jalla selama-lamanya, dia memiliki visi dan misi sepanjang hidupnya. Visinya hanya satu, mengajak sebanyak-banyaknya umat manusia untuk masuk ke dalam neraka bersamanya, dan misinya adalah menggoda agar manusia terjerumus ke dalam dosa dari arah depan, kanan, kiri, belakang, dan bawah. Dan visi-misi Iblis ini tidak pernah berubah dan akan selalu sama dari saat awal penciptaan Adam as hingga Yaumil Akhir.


Lalu bagaimana dengan kita sebagai makhluk yang Allah muliakan dihadapan para malaikat-Nya? Jika Iblis yang sudah Allah laknat saja masih memiliki visi dan berpegang teguh kepada visinya, mengapa kita sebagai manusia malah tidak memiliki tujuan hidup? Membiarkan hidup kita mengalir dan terlewati begitu saja. Dan ketika malaikat maut tiba, kita kaget dan bingung karena belum melakukan banyak kebaikan selama di dunia. Maka buatlah visimu, tentukan misimu. Jika tidak, maka hidupmu akan menjadi bagian dari visinya Iblis untuk menemaninya di neraka.

Tentukan visi hidupmu, atau hidupmu akan menjadi bagian dari visinya Iblis dan pengikutnya
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Email: panjisyamsi31@gmail.com
Fb : Panji Nursamsi
Twitter: @panjisyamsi
Instagram: @panjisyamsi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar