Selasa, 14 Juli 2015

Tips "Marathon"

Bismillahirrohmaanirrohiim.



                “Berapa putaran sabeum?”
                “15 menit, continuous-run ya, kecepatan larinya harus stabil dari awal sampai akhir.”

                Percakapan singkat ini selalu terjadi ketika tim Taekwondo junior tingkat SMA dan senior tingkat universitas yang kami bina mengawali latihan beberapa bulan sebelum terjun mengikuti kejuaraan. Dan latihan yang dilakukan pun bertahap, biasanya untuk minggu-minggu awal dilakukan dengan durasi yang paling pendek, dan hingga minggu akhir latihan fisik dengan durasi yang cukup lama, bahkan hingga kurang lebih 30 menit. Hal ini dilakukan agar para atlet memiliki kekuataan nafas yang memadai untuk menghadapi pertandingan di atas lapangan nantinya.

                Latihan continuous-run ini mirip dengan olahraga lari marathon. Dan biasanya dimomen-momen bersejarah di kota Jakarta ini juga diselenggarakan 10K marathon, yaitu berlari sejauh 10 kilometer. Bukan jarak yang dekat untuk ditempuh hanya dengan berlari, dan pastinya memerlukan persiapan dan latihan yang sangat matang, jika tidak? Tentu akan menyiksa dan mencelakai atlet itu sendiri. Salah satu trik yang pernah saya dapat dari rekan sesame pelatih, ketika melakukan continuous-run, atau lari marathon adalah tidak perlu langsung memacu dan mengeluarkan energi besar diawal, karena nantinya di tengah perjalanan menuju garis finish kita sudah kehabisan sumber daya, yang cenderung akhirnya membuat kita melambat, terseok-seok menuju garis finish, atau bahkan dengan terpaksa tidak dapat melanjutkannya.

                Lalu, adakah kaitannya antara marathon dengan pernikahan? Ternyata ada.
Sering saya berbincang dengan kawan sejawat membahas tentang hal penting ini untuk melangkah pada pernikahan. Ya, biaya pernikahan. Kadang saya sampai tertegun jika mendengar nominal yang dikeluarkan oleh si punya hajat, mulai dari 100 juta, bahkan sampai ada yang hampir menyentuh hitungan milyar, dan itu hanya untuk biaya resepsi pernikahan, namun bukankah pernikahan itu bukan hanya hari itu saja? Pernikahan yang sebenarnya baru akan dimulai keesokan harinya. Memang, itu hak masing-masing mempelai dan keluarganya untuk mengeluarkan berapapun nominal untuk momen berharga seumur hidup itu, namun sangat disayangkan jika ternyata ada beberapa dari kita yang memaksakan di luar kemampuannya. Tak sedikit yang ujungnya berhutang untuk membiaya resepsi yang mewah tersebut. Pernikahan yang harusnya diawali dengan kesenangan malah harus dipusingkan untuk membayar hutang yang menjulang.

                Kawan, renungkanlah, pernikahan merupakan sebuah marathon panjang yang kita tidak tahu dimana letak garis akhirnya. Apakah garis akhir itu ternyata dekat ataukah ternyata sangat jauh? Tentunya untuk menyusuri hingga akhir dalam marathon pernikahan itu kita harus pintar mengatur segala sumber daya yang kita miliki, termasuk finansial. Jangan hanya karena finansial yang kamu langsung banyak keluarkan di awal pernikahan, saat resepsi malah menyusahkan pernikahan kalian di kemudian hari. Betapa banyak saya mendengar cerita tentang mereka yang pernikahannya menjadi kurang harmonis disebabkan kendala ekonomi. Terkadang juga sedih tatkala mendengar ada yang pernikahannya berakhir akibat persoalan yang sama. Masalah ekonomi. Allah ta’ala memang akan memudahkan rezeki bagi mereka yang menikah, tetapi tidak berarti kita dengan jor-joran tidak mengelola finansial dengan apik dari awal pernikahan. Apakah dirimu mau pernikahan yang saat diri melajang didambakan itu berakhir karena masalah ekonomi? Apakah kamu tega mengecewakan keluargamu? Dan jika sudah mempunyai anak, apakah kamu mau anak-anakmu menjadi korbannya?

                Aturlah kemampuan finansialmu, tidak perlu memaksakan resepsi mewah yang di luar kemampuanmu jika memang itu hanya dipicu oleh gengsi. Banyak gengsi akan membuatmu mati. Jadi, kapan kamu siap untuk mengikuti marathon kehidupan ini? Hehehe.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: Panji Nursamsi 
Twitter: @panjisyamsi 
Email: panjisyamsi31@gmail.com
Bbm: 541d7084

Tidak ada komentar:

Posting Komentar