Jumat, 19 Juni 2015

Jangan Mau Menjadi Guru!

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Setelah dalam jangka waktu yang lama blog ini tidak terurus karena kendala teknis, modem yang engga ada pulsanya, dan penulis yang juga lagi ngepas keuangannya, jadi engga bisa update. Tapi sekarang saya ingin berbagi sedikit inspirasi yang saya dapatkan hampir 1 bulan yang lalu disaat sedang Diklat Penyeragaman Tehnik untuk Ujian Kenaikan Tingkat Dan Kukkiwon, di Gedung KONI DKI Jakarta.

Apakah kamu ingin menjadi seorang guru? Yakin betul kamu ingin menjadi seorang guru? Benar-benar yakin? Coba jawab sekali lagi, apakah kamu benar-benar yakin sekali ingin menjadi seorang guru? Jika kamu menjawab yakin ingin menjadi seorang guru, cobalah jawab, apa kewajiban utama seorang guru?

Jika kamu menjawab kewajiban utama seorang guru adalah mengajar, maka saya sarankan lebih baik kamu urungkan saja atau bahkan batalkan keinginan kamu untuk menjadi seorang guru, karena kasihan nanti dengan murid-murid yang diajarkan oleh dirimu!

Ketika saya menjalani Diklat yang dilakukan selama kurang lebih 2 hari itu, di sana semua guru Taekwondo dari tingkatan level yang paling bawah dan yang tingkat Dan menengah berkumpul untuk belajar kembali dan berlatih tehnik Taekwondo yang selalu berubah, ya, tehnik bela diri, salah satunya Taekwondo itu dinamis karena selalu dikembangkan agar lebih kuat, efektif, dan juga maksimal dampaknya. Dari sekian ratus orang peserta Diklat, masih ada beberapa pelatih yang notabene seorang guru bagi para murid di Dojang (tempat latihan), maupun Club asal mereka yang saya bisa nilai kurang baik (bukan bermaksud untuk merendahkan atau menyombongkan), ada yang masih menggunakan tehnik lama, ada yang salah dalam gerakan tehnik, ada yang tidak hapal dengan tehnik yang seharusnya sudah dikuasainya. Dari sini lah saya memahami 3 kewajiban utama ketika dirimu sudah maupun akan menjadi seorang guru sebelum kewajibannya untuk mengajar.

Pertama, kewajiban utama seorang guru adalah BELAJAR, ya, kewajiban utama seorang guru adalah belajar, ketika sudah menjadi seorang guru bukan berarti dirimu berhenti untuk belajar, namun sebaliknya, dirimu harus lebih tekun belajar dan menggali lebih dalam seluk-beluk ilmu yang akan kamu ajarkan kepada murid-muridmu yang selalu haus akan ilmu dan juga bagai kanvas kosong yang siap dilukis dengan ilmu yang indah dari gurunya. Pahamilah untukmu, untuk saya, dan untuk kita semua bahwa ilmu pengetahuan itu dinamis, boleh jadi di masa yang lalu satu pendapat tentang hal A yang menjadi pegangan, di masa kini sudah bisa terbantahkan oleh pendapat B. Jika kamu berhenti untuk belajar, maka kasihan murid-muridmu yang tidak mendapatkan ilmu yang terbaik dari gurunya. Selain itu, berhenti untuk belajar juga merupakan dirimu sombong, merasa dirimu sudah pintar, sementara sejatinya semakin seorang manusia pintar, semakin dia merasa bodoh pula dirinya, karena menyadari masih banyak hal yang belum dia pahami.

Kedua, ketika memutuskan menjadi seorang guru, hapuslah rasa sombong dan gengsi untuk belajar dari siapa saja. Bahkan jika kamu harus belajar dari yang lebih muda usianya darimu, atau malah belajar dari muridmu sendiri. Jika masih ada rasa sombong dan memilih-milih dari siapa kamu mau belajar, niscaya dirimu akan mengalami kendala di depannya. Tak ingatkah kepada ucapan dari Ali bin Abi Thalib r.a? Beliau berkata bahwa "Lihatlah dari apa yang dikatakan, bukan melihat siapa yang mengatakannya" jika apa yang dikatakan adalah suatu ilmu bagimu meskipun itu datang dari muridmu, maka rendah hatilah untuk menerimanya.

Lalu yang terakhir, perjuangan. Menjadi seorang guru tidaklah mudah, engkau harus selalu senantiasa berjuang. Jangan hanya melihat pekerjaan guru ketika mengajar saja, terlihat mudah. Hanya mengajar. Namun ternyata apa yang harus seorang guru lakukan lebih dari itu semua. Mereka harus berusaha sebaik mungkin agar murid-murid yang diajarkan dapat memahami apa yang disampaikan. Disamping itu, menjadi guru bukan soal mentransfer ilmu pengetahuan, namun juga ada penanaman value, nilai hidup dan norma-norma kebenaran yang harus dipegang selama hidup.

Itulah 3 hal yang menurut saya harus dimiliki oleh seorang guru. Berat? Memang, karena guru adalah pekerjaan yang mulia. Dari mereka banyak lahir orang-orang hebat, sebanding dengan beratnya hal yang harus mereka lakukan. Jadi, kamu masih yakin untuk menjadi guru? Coba renungkan kembali.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 Facebook: Panji Nursamsi
Twitter: @panjisyamsi
email: panjisyamsi31@gmail.com
Bbm: 541d7084

Tidak ada komentar:

Posting Komentar