Izinkan saya bertanya kepada sobat semua, apakah sobat semua pernah
merasakan hidup ini bahagia? Pernahkah sobat semua di sini juga
merasakan kecewa? Dan pernahkah sobat semua di sini juga merasakan patah
hati? Jika ya, maka selamat, sobat semua adalah manusia normal. Karena
fitrah hidup manusia berubah-ubah. Life is never flat, right? Di kala
merasa bahagia, sudah tentu kita semua akan merasa senang dan bahkan
menunjukkannya kepada semua orang di sekitar kita, tetapi apa yang sobat
rasakan tatkala patah hati? Minimal galau, sedih, muram, betul? Bahkan
pada beberapa orang rasa patah hati bisa lebih buruk lagi, menghentikan
produktivitas hidupnya, hingga ada yang mencoba mengakhiri hidupnya.
Hanya karena patah hati.
Bayangkan, jika hal itu terjadi pada saudara,
kerabat, teman, bahkan orang-orang terdekat yang kita cinta. Dan malam
ini kita akan sharing “Manajemen Patah Hati”, agar kita bisa menjaga
diri, saudara, kerabat, sahabat yang kita cintai dari bahaya dari patah
hati. Lanjut?
Secara bahasa, “Manajemen” mempunyai arti
mengelola, mengatur, maka Manajemen Patah Hati adalah bagaimana cara
kita untuk mengatur dan mengelola rasa patah hati yang dirasakan. Dan
Manajemen Patah Hati ini cukup dengan 3 langkah yaitu, Maafkan, Arahkan,
Pertahankan.
Pertama, Maafkan, bagaimana mungkin memaafkan disaat kiita merasa patah hati? Ya, sebetulnya patah hati justru semakin terasa sakit jika kita tidak mau segera memaafkan sesuatu atau seseorang yang menyebabkan rasa sakit hati itu. Ibarat gelas yang kotor, jika tidak segera dibersihkan, kotoran yang ada pada gelas akan semakin menempel dan membekas nodanya. Begitupun hati, maka segeralah memaafkan, agar rasa sakit itu lekas hilang dan tidak keburu membekas di hati. Lanjut?
Kedua, Arahkan, pengalaman yang pahit tentu ingin kita lupakan. Tetapi
semakin ingin kita lupakan, justru ingatan akan hal itu semakin jelas,
benar kan? Sobat, tidak perlu memaksakan untuk melupakan hal pahit itu,
yang kau butuhkan adalah mengarahkan dirimu agar perlahan-lahan
melupakan kenangan pahit itu, bahkan tanpa kamu sadari. Ikutlah kegiatan
yang positif, karena dengan menyibukkan diri dengan hal yang positif, in syaa Allah kita dapat perlahan-lahan melupakan pengalaman buruk yang kita rasakan.
Tahun 2010, saya pernah mengalami juga yang namanya patah hati karena diputuskan pacaran oleh seseorang. Rasanya sakit, kecewa, sedih dan sebagainya bercampur aduk. Saat itu saya memaksakan diri untuk bisa melupakan rasa sakit itu, tapi hasilnya? Nihil. Akhirnya saya memilih untuk mengarahkan rasa sakit hati itu dengan banyak membuat tulisan di buku, entah itu puisi, sekedar tulisan biasa atau semacamnya. Juga saya aktif ikut kegiatan ROHIS di SMA saya dan lebih fokus kembali ke Taekwondo. Alhamdulillah, hingga saat ini semua yang saya lakukan justru berdampak bukan hanya ingatan yang buruk itu perlahan hilang, namun saya bisa menjadi pembicara publik di beberapa tempat serta acara, dan in syaa Allah Mei 2015 ini saya akan ujian Taekwondo sabuk hitam Dan 3 lisensi internasional dari Korea Selatan.
Terakhir,
Pertahankan, setelah memaafkan, lalu mengarahkan, yang harus kamu
lakukan berikutnya adalah pertahankan segala hal positif yang sudah
berubah dalam hidupmu. Jika kamu sudah memaafkan, pertahankan, jangan
lagi diungkit masalah yang telah lalu. Jika kamu sudah mengarahkan diri
pada hal yang positif, pertahankan, lalu maksimalkan agar menjadi awal
kesuksesan. Dan jika waktu ini kamu sudah putus pacaran dan memilih
single karena Allah, pertahankanlah hingga dirimu bertemu dengan
seseorang yang Dia takdirkan untukmu. Setuju?
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: Panji Nursamsi
Twitter: @panjisyamsi
Email: panjisyamsi31@gmail.com
Bbm: 7ed969c0
Tidak ada komentar:
Posting Komentar