Tiada manusia yang akan luput dari khilaf dan dosa. Karena memang Allah menciptakan manusia sebagai tempatnya itu semua. Ingatkah kau pada firman Allah dalam
Q.S Abasa? Dimana Allah menegur langsung sang Rasul khotimul anbiya, Muhammad bin
Abdullah karena khilafnya. Namun kita bukanlah Rasulullah yang selalu dibimbing oleh
Allah, setiap perkataan dan tindakannya dituntun langsung oleh Rabb semesta alam. Kita
hanyalah manusia biasa yang tidak mungkin terlepas dari ancaman dosa.
Ingatkah dirimu pada Abu Bakr Ash-Shiddiq, ‘Umar bin Khattab, maupun
Khalid bin Walid dan shahabat lainnya? Dimana saat masa jahiliyah mereka bukanlah orang
yang begitu lembut hati dan tutur perangainya. Mereka bukanlah orang yang beriman.
Mereka tidak menyembah kepada Allah yang semestinya. Namun saat islam merasuk dalam sanubari,
merekalah sebaik-baik generasi islam.
Duhai kawan, maka apalagi yang patut kau ragukan?
Tatkala nuranimu ingin menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya. Ikutilah.
Ikutilah apa ingin nuranimu, karena dia suci, dia bening sehingga apa yang dia inginkan adalah kebenaran dan kebaikan.
Tak perlu ragu. Tak perlu takut.
Setiap manusia memiliki kesempatan dan kepantasan untuk menjadi lebih baik,
kendati sejahatnya Abu Sufyan sebelum beriman yang begitu menentang dakwah sang
nabi ketika di Mekah, namun rumahnya menjadi jaminan keamanan saat peristiwa Fathul Mekah,
tatkala ia telah memilih tunduk kepada Allah Ar-Rahman.
Buruknya masa lalu, kelamnya hidup di
waktu terdahulu tidak layak menghentikan langkah mu untuk terus maju memperbaiki dirimu.
Hingga dirimu pun pantas untuk mendapatkan tempat di surga, bersama para orang
sholih dan para kekasih-Nya. Duhai kawan, bukankah “tiada orang baik yang
tidak punya masa lalu, dan tiada orang jahat yang tidak punya masa depan”? maka setiap
orang masih memiliki kesempatan kendati dia pernah khilaf di masa lalu. Bukankah Allah
juga lebih menyukai hamba-hamba-Nya yang bertaubat dan mensucikan diri?
Tiada yang harus engkau risaukan dengan hinaan, cacian, celaan dari
orang-orang. Biarkan mereka yang menghinamu karna kau ingin dekat dengan Rabb-mu. Akan
ada yang pergi saat kau kembali pada jalan Ilahi Rabbi. Tak mengapa kehilangan sesuatu karena
Allah, asalkan tidak kehilangan Allah karena sesuatu. Saat kau memiliki Allah,
kau sudah memiliki segalanya, karena Dia Yang Maha Memiliki dunia.Masih ragukah kini dirimu?
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: Panji Nursamsi
Twitter: @panjisyamsi
Email: panjisyamsi31@gmail.com
Bbm: 7ed969c0
Tidak ada komentar:
Posting Komentar