Bismillahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaykum, bagaimana kondisimu saat ini? Masih jomblo apa udah mendingan? hehe. Tenang, tulisan kali ini kita engga akan bahas tentang cinta, jodoh atau jomblo (jomblo lagi jomblo lagi). Tapi kita akan bahas tentang cita-cita, bukan Cita Citata ya.
Pernahkah kawan semua sedang diperjalanan menuju ke suatu tempat, entah itu kantor, rumah sahabat, sekolah atau pun jalan pulang, namun di tengah perjalanan ternyata ada hambatan seperti kemacetan parah, banjir yang tinggi sehingga tidak mungkin dilewati oleh kendaraan, atau bisa saja terjadi kerusuhan semacam tawuran anak sekolah atau keributan antar warga sekitar. Jika menemui hal seperti itu, apa yang akan kamu lakukan? Memaksa menerobos lewat atau Memilih mencari jalur lain?
Hidup di daerah pinggiran DKI Jakarta dan juga berkegiatan di daerah Jakarta tentu bukan hal yang asing lagi jika harus menemui hambatan-hambatan di atas. Bahkan tak jarang pula hambatan tadi begitu parah sehingga memunculkan pilihan kita harus memutar balik arah dan mencari rute alternatif, atau memilih untuk maju dan terlibat dalam hambatan tersebut.
Suatu malam saya perjalanan pulang dari rumah seorang kawan di kawasan dekat Ciledug. Saat itu sedang marak aksi pembegalan sepeda motor yang cukup sadis karena tega melukai bahkan membunuh korbannya, dan adik teman saya menjadi korban. Alasan ini membuat saya terpaksa harus memutar rute perjalanan ke daerah yang lebih ramai, dan saya memilih untuk lewat rute Jalan Arteri Pondok Indah (Jalan Panjang). Namun ternyata di malam itu telah terjadi kecelakan tragis dan fatal melibatkan sebuah mobil dan juga korbannya 7 kendaraan roda dua sehingga kemacetan mulai terjadi dari Simprug menuju Lebak Bulus. Akhirnya saya memilih mencari arah lain melewati daerah Cipulir-Ulujami-Ciputat-Pamulang, alhamdulillah dalam waktu 1 jam bisa sampai di rumah. Sementara saya dapat kabar dari teman bahwa dia terjebak di sana sampai sekitar 3 jam dan baru sampai lewat tengah malam.
Seperti kata pepatah "Banyak jalan menuju Ka'bah", maka banyak jalan pula untuk menuju ke tempat yang kamu tuju. Fokuslah pada tujuan, jangan terlalu fokus dengan jalan. Karena banyak cara untuk meraih apa yang kamu tuju. Kalimat bijak ini juga mengajarkan agar kita menyiapkan banyak cara dan jalan agar bisa mencapai satu hal yang ingin kita raih. Siapkan rencana A, rencana B, rencana C dan seterusnya. Andaikata rencana A gagal, masih ada rencana B, jika rencana B mendapat halangan, masih ada rencana C dan seterusnya hingga kita pun dapat menggapai apa yang kita impikan. Tak ayal agar bisa membuat banyak rencana antisipasi atau mengetahui rute jalan yang lain kita membutuhkan wawasan dan relasi yang luas. Maka sering-seringlah 'memandikan' otak kita dengan wawasan baru yang terus berkembang dan juga perluas relasi kemanapun dan dimanapun.
Jika kita bisa seperti itu, maka tiada kata lagi kita menyerah di pertengahan jalan hanya karna ada satu hambatan, setuju?
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: Panji Nursamsi
Twitter: @panjisyamsi
Email: panjisyamsi31@gmail.com
Bbm: 7ed969c0
Tidak ada komentar:
Posting Komentar