Senin, 16 Maret 2015

Diputusin? Bahagia Aja Men!

Bismillahirrohmaanirrohiim
                Menjalin hubungan yang belum halal alias pacaran mayoritas akan berakhir dalam satu fase bernama “putus”. Dan mayoritas pula banyak yang sedih, mengharu biru, menangis bombay dan segala macamnya karena diputusin oleh pasangan yang belum halal baginya, atau biasa dibilang juga “galau”. Padahal kalau diputusin itu harusnya berbahagia, sobat.
 
“Loh kok diputusin harus bahagia sih? Kan sakit hati dikecewain dan diputusin!”

Sobat, kenapa harus disedih? Hidup ini terlalu singkat dan hanya sekali jika kamu harus sedih karena hal yang sepele. Ketika kamu menangisi si dia yang mutusin kamu itu, belum tentu dia merasakan sedih yang sama, bahkan boleh jadi dia merasa bahagia dan tertawa-tawa, useless kan kamu menangisi dia? Dan lagi, dia kan belum menjadi pasangan yang halal bagi kamu, ketika kamu menjalin hubungan dengan dia, berkah-Nya Allah buat kamu menjadi berkurang boleh jadi, dan ketika kamu putus hubungan serta memilih untuk single sampai halal, maka berkah Allah akan bertambah dalam hidup kamu, asik apa asik banget nih?
 
Itu baru sedikit kebahagiaan yang kamu dapatkan karena diputusin. Ada lagi nih, ketika kamu pacaran, entah kamu sadari atau tidak ada “belenggu” yang membuat kamu tidak bebas untuk menjalani aktivitasmu, betul? si pacar melarang ini lah, melarang itu lah, padahal dia belum menjadi yang berhak atas dirimu, menghambat kamu meraih impian-impianmu. Dan kadang justru membuat kamu dijauhi teman-temanmu, iya kan? Sementara kalau putus, tidak ada lagi dia yang melarang-larang kamu, kecuali orangtua kamu yang pastinya apa yang mereka larang tentu untuk kebaikan dirimu.
 
Lalu apa lagi? Kamu jadi terlepas dari rasa galau, karena kebanyakan kegalauan berasal dari pacaran, betul? Dengan putus pacaran kamu akan lebih merasakan kelegaan dan kebahagiaan, jadi untuk apa kamu menangis dan sedih diputusin? Move on sob! Dirimu terlalu berharga untuk menangisi dia yang tidak sungguh dalam mencintaimu, jika sungguh mencintaimu, dia memilih untuk bersamamu dengan keseriusan dan menikahimu, bukan memacarimu.

Mau diseriusin? apa mau dimainin?
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: Panji Nursamsi
Twitter: @panjisyamsi
Email: panjisyamsi31@gmail.com
Bbm: 7ed969c0

1 komentar: